Search Code

Menghitung nilai resistor untuk mengukur tegangan DC apa pun menggunakan Arduino

Menghitung nilai resistor untuk mengukur tegangan DC apa pun menggunakan Arduino

Perhitungan dalam artikel ini ditunjukkan dalam video https://youtu.be/t8xwrVj2aFs untuk mengukur tegangan DC apa pun dengan Arduino. 

skema-sensor-tegangan-1

Pembagi tegangan digunakan untuk menghitung tegangan untuk sensor tegangan Arduino seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1

Pada gambar ini kita memiliki:

Tegangan baterai VB

Tegangan keluaran yang menuju ke pin input Arduino V1 (yaitu A0)

R1 adalah 30kΩ

R2 adalah 7.5kΩ

 

Arduino UNO menerima 5V pada input, oleh karena itu V1 adalah 5V. Dari sini kita dapat menemukan arus I pada R1 dan R2. 

I=V/R dan oleh karena itu I=5/7500=0.000666=666µA 

 

Karena R1 dan R2 terhubung seri, arusnya sama untuk keduanya. Jadi IR2 juga 666µA. Kita dapat menemukan tegangan pada R1 sebagai 

VR1=666µ x 30000=20V.

Sekarang kita tahu tegangan maksimum pada V1 dapat menjadi 

VR1+VR2=5V+20V=25V.

Menghitung Nilai Tegangan yang Lebih Besar

Kita dapat menambahkan resistor lain secara seri RX dengan rangkaian ini seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.

skema-sensor-tegangan-2

Gambar 2. Resistor Seri RX dalam rangkaian. 

Untuk menemukan nilai RX untuk mengukur Tegangan BAT2, kita memiliki:

RX=BAT2-25666uA

Sekarang kita memiliki rumus untuk RX, jika misalnya BAT2 = 120V

Maka

RX=120-25666uA=95666ua=142.5kΩ

Jadi menggunakan resistor 142kΩ sebagai RX, kita dapat mengukur hingga maksimum 120V.

Gambar

voltage-sensor-schematic-1
voltage-sensor-schematic-1
voltage-sensor-schematic-2
voltage-sensor-schematic-2
Tidak ada kode terlampir.

Sumber daya & referensi

Belum ada sumber daya.

Berkas📁

Tidak ada file tersedia.