Artikel Aplikasi: Mengintegrasikan Sensor Objek Reflektif QRD1114
Artikel Aplikasi: Mengintegrasikan Sensor Objek Reflektif QRD1114
Artikel ini memberikan panduan praktis untuk menggunakan sensor objek reflektif onsemi QRD1114 dalam sistem tertanam. Artikel ini mencakup prinsip operasi sensor, desain rangkaian lengkap, contoh firmware, dan pertimbangan kinerja utama berdasarkan lembar data resmi.
1. Tinjauan Sensor
QRD1114 adalah sensor reflektif kompak berlubang tembus yang menggabungkan dioda pemancar inframerah (IR) dan fototransistor NPN dalam satu kemasan. Ketika objek reflektif ditempatkan di depan sensor, cahaya IR yang dipancarkan memantul kembali ke fototransistor, yang kemudian menghantarkan arus. Arus keluaran ini sebanding dengan reflektivitas objek dan jarak (D) dari permukaan sensor. Perangkat ini bebas Pb, sesuai RoHS, dan dilengkapi filter cahaya siang untuk mengurangi interferensi cahaya sekitar.
2. Contoh Aplikasi: Deteksi Objek untuk Sabuk Konveyor
Dalam skenario otomasi industri, QRD1114 dapat digunakan untuk mendeteksi paket yang melewati sabuk konveyor. Sensor dipasang dekat dengan permukaan sabuk. Menurut lembar data, jarak deteksi optimal (D) adalah 0,050 inci (1,27 mm) dari permukaan sensor ke permukaan reflektif. Ketika paket melewati pada jarak ini, cahaya IR yang dipantulkan meningkat, mendorong arus kolektor fototransistor di atas ambang batas yang ditetapkan, menandakan keberadaan objek. Sinyal ini kemudian dapat digunakan untuk memicu penghitung, mengaktifkan pengalih, atau mencatat stempel waktu.
3. Desain Rangkaian dan Antarmuka
Fototransistor beroperasi sebagai penyerap arus. Rangkaian antarmuka sederhana menggunakan resistor pull-up (RL) untuk mengubah arus kolektor (IC) menjadi tegangan (VOUT) yang dapat dibaca oleh konverter analog-ke-digital (ADC) mikrokontroler atau input digital dengan komparator.
3.1. Desain Skematik
3.2. Pemilihan Komponen
- VCC: 5V (atau 3,3V jika kompatibel dengan I/O mikrokontroler).
- R1 (Pembatas arus LED IR): Untuk mengatur IF = 20 mA (kondisi uji khas), R1 = (VCC - VF) / IF. Dengan VF ≈ 1,5V pada 20 mA (lihat Gambar 1 di lembar data), R1 ≈ (5V - 1,5V) / 0,02A = 175 Ω. Nilai standar 180 Ω cocok digunakan.
- RL (Resistor pull-up): Nilainya menentukan ayunan tegangan keluaran. Dengan IC(ON) min = 1 mA pada VCE = 5V (diuji pada D = 0,050 inci), resistor 4,7 kΩ memberikan keseimbangan yang baik. Dengan objek hadir: VOUT ≈ 5V - (1 mA * 4,7 kΩ) ≈ 0,3V (rendah). Tanpa objek: VOUT ≈ 5V (tinggi, karena arus gelap dapat diabaikan). Resistor 4,7 kΩ direkomendasikan.
- C1: Kapasitor 0,1 µF opsional untuk decoupling catu daya dan penyaringan noise.
3.3. Contoh Firmware (Pseudocode gaya Arduino)
const int sensorPin = A0; // Pin input analog
const int threshold = 200; // Ambang batas ADC (0-1023), sesuaikan berdasarkan pengujian
void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(sensorPin, INPUT);
}
void loop() {
int sensorValue = analogRead(sensorPin);
// Dalam rangkaian di atas, Vout RENDAH ketika objek hadir
if (sensorValue < threshold) {
Serial.println("Objek terdeteksi!");
// Picu tindakan, misalnya, tambah penghitung, aktifkan relai
} else {
Serial.println("Tidak ada objek");
}
delay(100);
}
4. Pertimbangan Kinerja dan Optimasi
Berdasarkan lembar data, beberapa faktor memengaruhi keluaran sensor. Yang paling kritis adalah jarak deteksi (D):
- Jarak Deteksi Optimal: Lembar data menentukan kinerja pada D = 0,050 inci (1,27 mm). Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2, arus keluaran menurun tajam seiring bertambahnya jarak melebihi titik ini. Untuk deteksi yang andal, sensor harus diposisikan sedekat mungkin dengan jarak optimal ini.
- Reflektivitas Objek: Spesifikasi IC(ON) (min. 1 mA) diukur menggunakan kartu uji putih dengan reflektivitas 90%. Permukaan yang lebih gelap atau matte menghasilkan sinyal yang lebih lemah. Ambang batas mungkin perlu disesuaikan untuk material target tertentu.
- Suhu: Gambar 3 dalam lembar data menunjukkan bahwa arus kolektor cukup stabil terhadap suhu, tetapi arus gelap (Gambar 4) meningkat seiring suhu. Hal ini dapat memengaruhi pengaturan ambang batas pada suhu tinggi.
- Cahaya Sekitar: Filter cahaya siang bawaan mengurangi, tetapi tidak menghilangkan, efek cahaya inframerah sekitar. Di lingkungan dengan cahaya sekitar tinggi, teknik modulasi (misalnya, mengirim pulsa pada LED dan menggunakan deteksi sinkron) dapat meningkatkan kekebalan terhadap gangguan.
- Cross Talk: Spesifikasi ICX (cross talk) (khas 0,2 µA) adalah arus kolektor tanpa permukaan reflektif. Ini harus dipertimbangkan dalam desain ambang batas.
5. Kesimpulan
QRD1114 adalah solusi serbaguna dan hemat biaya untuk deteksi objek tanpa kontak dalam berbagai aplikasi, dengan jangkauan deteksi optimal 1,27 mm (0,050 inci). Dengan memahami karakteristik kelistrikannya dan mengikuti panduan desain dalam artikel ini, para insinyur dapat dengan cepat mengintegrasikan sensor ini ke dalam sistem yang kuat dan andal. Selalu rujuk lembar data terbaru untuk spesifikasi lengkap dan batasan desain.
Referensi: Lembar data Sensor Objek Reflektif onsemi QRD1114/D, Desember 2024 – Rev. 5.
Sumber daya & referensi
Belum ada sumber daya.
Berkas📁
Lembar Data (pdf)
-
QRD1114 Reflective Object Sensor datasheet PDFDescription The QRD1113 and QRD1114 reflective sensors consist of an infrared emitting diode and an NPN silicon phototransistor mounted side by side in a black plastic housing. The on−axis radiation of the emitter and the on−axis response of the detector are both perpendicular to the face of the QRD1113 and QRD1114. The phototransistor responds to radiation emitted from the diode only when a reflective object or surface is in the field of view of the detector. get the datasheet from robojax.com and purchase it from Amazon from the provided links below.
robojax_QRD1114-D.PDF0.65 MB